Ketika Kita Ingin Maksiat

Oleh: Masruroh El-Sieri

Agar Tidak Maksiat|  Kita sebagai makhluk Allah yang namanya manusia tidak luput dari yang namanya keliru dan lupa karena memang kodratnya seperti itu. Tapi perlu kita menyadari bahwa kita hidup di dunia ini ibaratkan musafir. Kalau tidak cukup bekal, pastinya akan kelaparan.

Oleh karena itu, seyogyanya setiap kita melangkah, kita selalu ingat kalau kita dilihat oleh Allah karena semua gerak-gerik kita tidak luput dari penglihatan-Nya sesuai dengan Hadits Rasulullah yang berbunyi "Ittaqillaha haitsu maa kunta" Takutlah kamu kepada Allah di manapun berada. Tidak ada yang samar bagi Allah walau sekecil semut. Semuanya ada dalam pengawasannya. Kita sebagai hambanya yang kecil sangat disayangkan bila sampai mendurhakainya.
Mungkin, sangat penting bagi kita untuk merenungi arti Ihsan: seakan-akan kau melihatnya, jika kau tidak dapat melihatnya, maka sesungguhnya Allah melihatmu. Dengan menancapkan arti Ihsan ini, diharapkan kita bisa selalu taat kepada Allah dan menjauhi larangannya.

Selain itu, setidaknya, ada lima langkah yang harus kita kerjakan ketika kita sudah malas untuk taat kepada Allah dan condong melakukan maksiat. Pertama, ingat bahwa Allah selalu mendengar, melihat dan mengetahui apa yang kita kerjakan. Ketika ingin bermaksiat, kita harus sadar bahwa waktu itu Allah melihat kita. Jika tidak memungkinkan, ada cara kedua yaitu, ingat pada dua malaikat yang ada disamping kita. Malaikat itu sudah siap-siap mencatat amal baik atau buruk yang kita kerjakan. Jika masih tidak memungkinkan, ada cara ketiga yaitu, ingat kalau kita akan mati. Ingat kalau kematian setiap hari semakin dekta. Kematian selalu mengintai dan menunggu kita. Jika tidak memungkinkan juga, ada cara keempat, yaitu ingat akan janji Allah bagi orang yang taat dengan pahala yang agung dan mengancam orang yang maksiat dengan siksaan yang pedih. Dengan demikian, kita tinggal pilih. Kalau pilih taat, kita akan beruntung dan mendapat rida Allah, tapi jika sebaliknya (milih maksiat), kita akan hina sehina-hinanya karena akan diletakkan di neraka Na’udzubillah.......

Semoga kita di jauhkan dari api neraka amien ya mujibassailin...


Post a Comment

Tinggalkan komentar anda....!

Previous Post Next Post